Earth Hour: Melabuh Tirai
Kesinambungan bicara seorang katak dengan anaknya yang rancak bersembang perihal politik ketika Malaya sedang bergelap.
“katak tua itu adalah katak yang suatu ketika dahulu selalu menyerikan malamku: earth hour..earth hour ketika anaknya bertanya, “ayah, lampu-lampu jalan yang menakluk suram sinar pelita kita dipadamkan untuk pesta apa? kita perlu ikut sertakah, ayah?”
Saat pesta tersebut dilangsungkan, terdengar suara-suara sinis menerjah gegendang telinga katak.
“earth hour itu untuk apa? tiada faedah pun. masakan boleh berhasil kerja gila tersebut sedangkan para manusia masih nyalakan lilin, takut gelap. earth hour itu sungguh kerja sia-sia, sahabat.”
Disuatu sudut lain, terdengar ada bunyi ter’kehkeh’. Sinis. Sekawan anjing yang mengutuk dari luar pagar.
“kawan-kawan, lupakan sejenak diskusi kita tadi. ada sesuatu yang aneh berlaku malam ini. lihat – kenapa KLCC umpama bilnya tidak dibayar. lihat – di ruang tempat kita duduk menangkap cuaca dari warna malam yang mula terangkat dari kaki langit pun suram. ada pesta yang mengasyikkan bagi para manusia ni. sungguh! Gila! Sudah malam, kenapa ingin memalapkannya lagi.”
Kunang-kunang lalu. Cahayanya menyinari katak dan anaknya. Cuma sementara. Sang kunang-kunang jua menyindir.
“earth hour itu kerja gila. saat yang lain memadamkan lampu, kenapa penghuni flat masih ada yang engkar. nah! manusia memang bodoh!
Katak dan anaknya tetap menghayati keindahan malam yang janggal sebelum pesta tersebut tamat.
“biarkan suara kutukan itu. biarkan saja suara itu menerjang takdirnya sendiri. orang yang mengaku dirinya lebih abid daripada orang lain adalah suatu lelucon yang sewajibnya ditangiskan. mari anakku! kita habiskan sisa-sisa earth hour ini dengan mencium aroma bunga rumput yang dihantar angin rahsia. kita hirup udara malam ini sepuasnya kerana itu lebih baik daripada mendengar suara yang lebih lantang dari suara Tuhan!.”
Dan, earth hour pun melabuhkan tirainya untuk tahun ini bersama-sama sedikit sumbanganku kepadanya.






13 Comments to “Earth Hour: Melabuh Tirai”