Pada-Mu Ku Pasrah

aku tidak akan berkecil hati, apatah lagi melahirkan amarah
bagai sang vagabond luka ketika seruling tua yang berada
di tanganku ini ingin saja segera kau patahkan.

kata-katamu tidak sama sekali menerjang takdirku
kuingin kau menghidu bau warna dedaunan;
hijau berganti kuning. sebenarnya bagaimana?
di antara peralihan warna itu (hijau ke kuning, kata
para cengkerik) – warna apa yang terbit?
Moga kau bisa menebak jawapannya.

satu saja yang masih belum terampas dari tangan nasibku.
sebiji guli nasib berkilat – kilau kala parak siang;
disetubuhi sepi yang jantan

maka Engkaulah sebenarnya penonton setia itu – tidak
pernah mengerutkan kening meski seringkali aku
menunda hajatku untuk menginsafi segala kekhilafanku.

Aidilx
10.59 pm
Allamanda, Sarawak.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ditulis pada 23 May '09 oleh | 209 Kali Ditelaah
Bawah akta Uncategorized.

8 Comments to “Pada-Mu Ku Pasrah”

24.05.09 at 08:18
Posted by achika

kmk suka lagu ya~~ duhal afgan embak~~ lamak da mek carik~~ uhuhu

Aidilx Reply:

Aik? Lum tido gik kah? Minat juak kitak lagu ya owh.

Kebetulanlah ya. Nang rezeki kitak. Jadi, selamat mendengar. :)

24.05.09 at 09:33
Posted by loq

lagu entah pun best gak

Aidilx Reply:

Memang pun. Nanti, ada masa aku upload. Tapi, kena ngam gak ngan entri. :)

24.05.09 at 18:37
Posted by bencinta

dalamnya apa yang kau rasa. tak bisa ku tebak jawapannya.

Aidilx Reply:

;) maka maknanya kau belum cukup faham untuk menafsir diriku..

25.05.09 at 04:32
Posted by marts_the_swan

hmm…

marts fail sastera tau, sebab tak pernah ambik.

Rajinnya wat puisi. laling tulis sendirik?

Aidilx Reply:

Itu bukan puisi, itu namanya mencarut. :)