Pada-Mu Ku Pasrah
By Aidilx on May 23, 2009 in Aidilx, Hiburan
aku tidak akan berkecil hati, apatah lagi melahirkan amarah
bagai sang vagabond luka ketika seruling tua yang berada
di tanganku ini ingin saja segera kau patahkan.
kata-katamu tidak sama sekali menerjang takdirku
kuingin kau menghidu bau warna dedaunan;
hijau berganti kuning. sebenarnya bagaimana?
di antara peralihan warna itu (hijau ke kuning, kata
para cengkerik) – warna apa yang terbit?
Moga kau bisa menebak jawapannya.
satu saja yang masih belum terampas dari tangan nasibku.
sebiji guli nasib berkilat – kilau kala parak siang;
disetubuhi sepi yang jantan
maka Engkaulah sebenarnya penonton setia itu – tidak
pernah mengerutkan kening meski seringkali aku
menunda hajatku untuk menginsafi segala kekhilafanku.
Aidilx
10.59 pm
Allamanda, Sarawak.


achika | May 24, 2009 | Reply
kmk suka lagu ya~~ duhal afgan embak~~ lamak da mek carik~~ uhuhu
Aidilx Reply:
May 24th, 2009 at 12:47 am
Aik? Lum tido gik kah? Minat juak kitak lagu ya owh.
Kebetulanlah ya. Nang rezeki kitak. Jadi, selamat mendengar.
loq | May 24, 2009 | Reply
lagu entah pun best gak
Aidilx Reply:
May 24th, 2009 at 7:45 am
Memang pun. Nanti, ada masa aku upload. Tapi, kena ngam gak ngan entri.
bencinta | May 24, 2009 | Reply
dalamnya apa yang kau rasa. tak bisa ku tebak jawapannya.
Aidilx Reply:
May 24th, 2009 at 1:01 pm
marts_the_swan | May 24, 2009 | Reply
hmm…
marts fail sastera tau, sebab tak pernah ambik.
Rajinnya wat puisi. laling tulis sendirik?
Aidilx Reply:
May 24th, 2009 at 8:36 pm
Itu bukan puisi, itu namanya mencarut.