Facebook: Pro Dan Kontradiksi
By Aidilx on Jun 2, 2009 in Agama, Info Semasa, Teknologi
Pengharaman Facebook
Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo Nabil Haroen mengatakan pembahasan facebook dalam forum ini memiliki alasan yang kuat. Interaksi dunia maya ini dinilai menjadi salah satu pemicu hubungan negatif dengan lawan jenis. Sebab semua materi percakapan tersebut nyaris tak terkontrol dan berlangsung bebas. “Beberapa anak muda menggunakannya untuk mojok dan berbicara maksiat,” kata Nabil.
Sumber: tempointeraktif.com
Penarikbalikkan Pengharaman Facebook
Diungkapkan oleh Amidhan, ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejauh ini MUI belum membahas tentang pelarangan penggunaan Facebook.
Dalam memberikan status haram untuk Facebook, FMP3 mengklaim menggunakan sejumlah dasar yakni Kitab Bariqah Mahmudiyah halaman 7, Kitab Ihya’ Ulumudin halaman 99, Kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubra halaman 203, serta sejumlah kitab dan tausyiyah dari ulamak besar.
“Kami menghargai pendapat ulama itu, tapi menurut saya yang diharamkan itu kontennya yang bermuatan gosip, dan mengumbar keburukan privasi orang lain bahkan lebih parah lagi adanya gambar porno,” tandas Amidhan saat dihubungi detikINET, Senin (25/5/2009).
Menurut Amidhan, ulama-ulama dari Jawa Timur tersebut tidak termasuk dalam wadah MUI pusat. Amidhan menambahkan, haramnya konten dalam Facebook berbeda dengan haramnya babi. “Kalau babi kan zatnya haram, kalau Facebook mau dipegang atau dimakan sah-sah saja.”
Sumber: detikInet
Sumbangan Facebook

Lupakan sejenak perihal pengharaman tersebut. Mari kita selusuri bagaimana Facebook mampu mempertemukan kembali dua insan yang setelah lama terpisah.
27 tahun yang lalu, Avril Grube telah kehilangan anaknya yang berumur 3 tahun apabila mantan suaminya membawa anak mereka dengan alasan untuk berhibur. Malangnya, anak tersebut telah dilarikan oleh mantan suaminya ke kampung halamannya tanpa izin dari Avril. Sejak itu, tiada perkabaran daripada anaknya.
Di atas kehendak Allah S.W.T jua, secara kebetulan adik Avril tadi telah menemui profil Facebook Gavin, si anak yang telah hilang hampir 3 dekat yang lalu. Ternyata melalui Facebook telah membuahkan hasil apabila si ibu tadi telah berjaya menghubungi anaknya tersebut. Dan, mereka telah bertemu jua akhirnya walaupun terpaksa berbicara di dalam 2 bahasa yang berbeza.
Harapnya, melalui kisah ini kita dapat menilai bahawa Facebook bukanlah sesuatu yang tidak bermanfaat kepada kita. Kisah di atas cuma secebis sahaja. Mungkin sudah banyak kisah yang melibatkan Facebook di seluruh dunia. Tidak dinafikan ada juga yang menyatakan bahawa Facebook sebagai penyumbang kepada kemerosotan ekonomi sekarang dan digunakan sebagai method pencurian duit di Internet.
Secara peribadi, Aidilx melihat Facebook bukanlah satu bentuk jaringan sosial yang boleh mendatangkan kemudaratan kepada penggunanya. Apatah lagi, Aidilx merasakan rata-rata pengguna Facebook diklasifikasikan sebagai golongan intelek (golongan berpendidikan). Justeru, bukan semua yang akan menggunakan Facebook untuk mencari kepentingan peribadi. Jika dibandingkan dengan jaringan sosial yang lain seperti Friendster dan MySpace, Aidilx lebih memilih menggunakan Facebook kerana ianya mementingkan privasi dan mesra pengguna.
Pokok pangkalnya, pro dan kontradiksi (baik & buruk) berkaitan Facebook ini terletak kepada diri kita sendiri yakni nawaitu (niat).
Bagaimana pula pendapat kamu?


etomyam | Jun 3, 2009 | Reply
salam….semua benda pun kalau diguna utk kebaikan baiklah jadinya…yang salah guna tu yang rosakkan tu ..hehehe
etomyam’s last blog post..Akhirnya Kelantan Dapat Beraksi Semula
Aidilx Reply:
June 3rd, 2009 at 8:15 am
salam etomyam
Betul! 100% untuk kenyataan saudara tersebut.
achika | Jun 3, 2009 | Reply
aok2~~ niat mok betol~~
Aidilx Reply:
June 3rd, 2009 at 8:15 am
Selain dari ya apa gik owh?
marts | Jun 3, 2009 | Reply
Eke ke ke dari dulu tak pernah ada hati dgn facebook, friendster, myspace, dll.
Daftar jugak semata2 nak get connected dgn kawan, lps tu 2/3 bulan sekali baru jenguk.
Aidilx Reply:
June 3rd, 2009 at 8:16 am
Marts pemalas!
ubey | Jun 3, 2009 | Reply
mmm.. facebook sekadar jaringan sosial. lagipun wujud ToS yang mengharamkan gambar2 porno. tak tahu apa pro facebook. sekadar menghabiskan masa boleh la. aku pun main gak. haha
ubey’s last blog post..Rebel
Aidilx Reply:
June 3rd, 2009 at 7:00 pm
Tapi sekurang2nya Facebook ini lebih banyak digunakan oleh golongan “berfikir”.
loq | Jun 3, 2009 | Reply
gune je la…
facebook bagus
selagi kita gunakan ke arah kebaikan
Aidilx Reply:
June 3rd, 2009 at 7:01 pm
Betul bro. Gunakan selagi digunakan ke arah kebaikan.
KNizam | Jun 3, 2009 | Reply
fb patutnya dapat mengeratkan lagi persaudaraan kan. hehe
KNizam’s last blog post..Bob.my Kembali dengan LamanBlog.com – Satu Lagi Direktori Laman-Laman Blog Tempatan !
Aidilx Reply:
June 3rd, 2009 at 11:05 pm
soot | Jun 4, 2009 | Reply
klu rasa facebook je jd penyebab,
salah.
sbnrnya internet la punca kemungkaran klu salah guna.
dah tu, taknak ban internet plak ke?
haihhhh, susah klu sempit sgt kan?
Aidilx Reply:
June 4th, 2009 at 9:32 pm
Itulah kan. Semuanya terpulang kepada niat. Kalau nak disalahkan internet tu 100% tak patut gak.
Fatin Pauzi | Jun 6, 2009 | Reply
Setakt ni, saya gune fb, ok lagi. Setiap benda tak kita bende tu halal or haram, mesti ada salah gune. So, everything’s depend on cara penggunaan seseorang individu.
Fatin Pauzi’s last blog post..Fungsi Gelombang Minda Alpha Pada Otak Manusia
Aidilx Reply:
June 6th, 2009 at 9:53 pm
Itulah, apa saja yg kita lakukan di dalam dunia ni bergantung kepada niat.
BAGAK | Jun 6, 2009 | Reply
bagus2 facebook ni
tapi aku dah tak de akaun kat situ
ramai sangat kawan dan musuh yang tak terlayan
baik aku layan blog dengan twitter jer
BAGAK’s last blog post..Runtuh Lagi
Aidilx Reply:
June 6th, 2009 at 9:54 pm
Kat FB pun ada musuh? Camna plak camtu?
Kadang2 terlalu banyak kuiz yang tuju menuju buat aku rimas.
Iklan Gratis | Sep 7, 2009 | Reply
pengeluaran fatwa ulama mengenai suatu hal memang sesuatu yang wajar, apalagi menyangkut kepentingan umat. termasuk mengenai facebook. kalau menurut hemat saya, facebook sama dengan hal lainnya. yaitu mengandung manfaat dan madharat tergantung dari aspek si pengguna. kalau dipergunakan sebagai wasilah untuk menyambung tali silaturahim atau bahkan berdakwah sekalipun, tentu akan sangat bermanfaat nilainya. namun lain halnya apabila digunakan untuk yang berkebalikan.
oleh karena itu, sebagai masyarakat umum hendaknya kita mafhum dengan adanya fatwa semacam ini. pada dasarnya bukan untuk mengintervensi umat secara utuh, namun lebih kepada upaya preventif dari para ulama agar umatnya tidak terjerumus ke dalam jurang dosa.
Mengembalikan Jati Diri Bangsa