Tags:anak kecil, bayangan, Berbaik sangka kepada Allah, bertongkat, derita, doa, hamis, harapan, ijabah, impan, kamar, kemarau, malam, masa, misteri, muram, palestin, palestina, penantian, perbaringan, perbukitan, redup, redup senja, rezeki, senja, teka-teki.

penantian ini seperti serumpun rumput
menunggu jamahan angin dingin
dari perbukitan malam di musim kemarau
yang ada hanya deretan tanda tanya
redup senja yang memunggah teka-teki
persoalan tertimbun menghimpit pertanyaan
akan terpegangkah ranum harapan
atau impian menjadi hamis
aku masih bertongkat di sini
memerhati malam menyerahkan segala misteri
kamar yang redup bagai derita warga palestina
tidak tertanggung bayangan masa lalu
anak kecil itu muram wajahnya
seratus hari di perbaringan
Imlan Abadi
Penantian
Agaknya sampai bila saya mampu bertahan di dalam kondisi sebegini? Sedaya mungkin saya mencuba yang terbaik, namun belum ketemu rezeki yang saya inginkan selama ini.
Harap akan terus bertahan untuk menempuh semua ini, insya-Allah. Berbaik sangka kepada Allah kerana itulah jalan terbaik kepadaku!
Rasulullah saw bersabda:
ادعوا الله وأنتم موقنون بالاجابة
“Berdoalah kepada Allah dan kamu yakin terhadap ijabah-Nya.”
Subhanallah!
Posted on 13 August '10 by Aidilx, under Agama, Aidilx, Motivasi. 12 Comments.

Amaran: Artikel ini terlalu panjang untuk dibaca oleh mereka yang malas meluangkan masa untuk mencari setitis ilmu.
[audio:Raihan_alhijrah.mp3]
1. Hijrah adalah revolusi sejarah yang sangat penting
Dengan nada pendek tapi tegas, ahli sejarah Inggeris yang ternama dalam abad ke-20 ini, Arnold Toynbee menulis dalam bukunya “An historian’s approach to Religion“, di antaranya:
His hijrah was not only the geographical migration but was also at the same time the counter-transfiguration of a prophet without honour in his own country into the successful president, by invitation of a rival oasis-state.
Bernard Lewis dalam bukunya, “The Arabs in History” dengan menggunakan istilah Hijra menerangkan bahawa:
The Hijra was a turning point and was rightly adopted by later generations as the starting point and was rightly adopted by later generations as the starting point of the Muslim calender. [1]
Selanjutnya beliau juga turut menulis,
The Hijra was preceded by long negotiations and finally took place in the year A.D 622 – the first certain date in Islamic history. It marks the turning point in the career of Muhammad and a revolution in Islam.
In Mecca Muhammad was private citizen, in Medina the chief magistrate of a community.
In Mecca, he had had to limit himself to more or less passive opposition to the existing order, in Medina he governed.
In Mecca, he had preached Islam, in Medina he was able to practice.
The change necessarily affected the character, activities and doctrines of Muhammad and of Islam itself, the records pass from legend to history.
D.G Hogarth dalam bukunya “Arabia” pula mengatakan:
By adopting (half a generation later) this Hijra or Flight for its Era, and neglecting the dates of either its founder’s birth or his first entry upon his apostolic mission, Islam signified that for its purpose, temporal power is essential to spiritual and means to the former are means to the latter. At Yathrib Islam was to become what the world has recognized it to be ever since – a combatant polity, wieldind the word of Allah upon earth. [2]
(more…)
Posted on 18 December '09 by Aidilx, under Agama, Info Dunia, Motivasi. 10 Comments.
Mengapakah kita diajak untuk memiliki Minda Kelas Pertama?
Apakah kepentingannya kepada kita dan bagaimana kita mampu merubah pemikiran kita kepada Minda Kelas Pertama?
Bukan saja kita sebagai rakyat Malaysia perlu mempunyai pemikiran kelas pertama bahkan sebagai seorang Muslim kita dituntut untuk memiliki pemikiran kelas pertama. Jadi, apakah yang dimaksudkan dengan “Minda Kelas Pertama”?
Menyelusuri sejarah kegemilangan ketamadunan dunia bermula dengan tamadun dunia dan manusia yang telah menyaksikan lahirnya tokoh, cendekiawan dan pemimpin yang banyak memainkan peranan penting dalam menyumbang ke arah pembangunan pembangunan manusia.
Pada zaman Greek dan Rom misalnya, wujudnya para cendekiawan dan pemimpin seperti Aristotle, Socrates, Julius Caesar, Octavious dan Marcus Tullius Cicero yang merupakan seorang negarawan dan pemidato terkenal era tersebut. Kegemilangan tamadun Islam pula bermula dengan kelahiran tokoh yang hebat seperti Nabi Muhammad SAW, Khulafa ar-Rasyidin, para anbiya dan para ulama agung. Disusuli pula dengan kelahiran para cendekiawan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rushd, Al-Khawarizmi yang memainkan peranan penting dalam membentuk dan menyumbang kepada pembangunan manusia sejagat. Tokoh-tokoh yang disebutkan ini merupakan mereka yang mempunyai Minda Kelas Pertama.
(more…)
