Nina Chattu
By Aidilx on Feb 13, 2009 | In Info Semasa, Politik | No Comments »
Dari kajian Xavier inilah, Portugis membuat kesimpulan untuk menyusun taktik dan strategi. Maka pada tahun 1509, Portugis mengadakan uji-coba atas kebenarannya. Dalam kunjungan resmi Portugis ke Melaka, kepada Bendahara Kesultanan Melaka yang dikenal jujur itu diberikan kenang-kenangan berupa kalung emas dan tidak diberikan kepada Sultan Melaka, Mahmud Syah. Peristiwa ini sengaja dihembus dan dihebohkan oleh Nina Chattu (keturunan Kling, India) dan Uthimutha (keturunan Jawa).
Keduanya bekerja di Istana Sultan Melaka. Portugis sudah lama memperalat dua orang ini yang ditugasi mencari dan menyerahkan rahasia pertahanan Sultan Melaka. Jadi kejatuhan Melaka tidak terlepas dari pengkhianatan kedua orang ini, seperti telah diungkapkan:
“Kejatuhan Melaka sebenamya berpunca daripada pengkhianatan oleh dua orang pegawai Sultan: Nina Chattu seorang keturunan Kling-India, yang bekerjasama merancang dan menolong orang Portugis menyerang serta merampas Melaka. Difahamkan bahwa ia telah terpengaruh dengan janji-janji manis yang diberikan oleh Alfonso D‘Albuquerque, dan akhimya dia sendiri dibunuh oleh serdadu Portugis.” Armando Cortesao, The Suma Oriental of Tome Pires, London, 1944, hlm 287.
Selain Chattu, “didapati juga seorang pengkhianat lagi bemama Uthimutha, keturunan Jawa yang bekerja sebagai budak, turut merancang dan melicinkan rampasan kuasa oleh Portugis untuk menakluki Melaka.” (UTUSAN MALAYSIA, 5 November, 1997, hlm 34.
